Tips Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga untuk Pengantin Baru

Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga – Bagi pemuda-pemuda, perlunya ilmu terkait membina rumah tangga sangat diperlukan ketika mereka hendak melangsungkan pernikahan. Terlebih para pengantin baru, dirasa ini merupkaan hal wajib untuk dipahami.

Rumah tangga yang harmonis adalah rumah tangga yang di dalamnya penuh dengan cinta dan kasih sayang, memahami dan menghargai serta mendidik dan mengayomi anak dan istri.

Semua pasangan suami istri tentu menginginkan suasana harmonis ini. Bagaimana sebenarnya hubungan suami istri ini agar tetap terjaga? Dan bagaimana cara agar kemesraan ini terus ada hingga ajal menjemput? Ikuti langkah-langkah ini agar hubungan suami istri makin mesra,

Keharmonisan Rumah Tangga: Panggillah Dengan Ungkapan Kesayangan

Memanggil suami atau istri dengan panggilan kesayangan akan menambah kemesraan pasutri. Tidak jarang kita melihat pasangan pasutri memanggil suami atau istrinya dengan sebutan nama atau ungkapan yang tidak bagus didengarkan oleh telinga.

Kadang kala juga memanggil dengan kekurangan yang dimilikinya. Tentu ini akan menambah keretakan dan mengurangi kemesraan dalam hubungan pasutri.

Wahai para suami atau istri, contohlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam membina rumah tangga. Sebagaimana contoh yang lakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memanggil ‘Aisyah radhiallahu ‘anha dengan panggilan kesayangan.

“Wahai ‘Aisy (panggilan kesayangan ‘Aisyah), sesungguhnya malaikat Jibril menyampaikan salam buat kamu”(Muttafaqun ‘alaih)

Ketahuilah para suami atau istri, sesungguhnya suami itu sangat ingin dipuji kelebihan-kelebihannya dan istri itu sangat ingin diberikan perhatian. Sudahkah pasutri melakukan hal demikian kepada suami atau istri?

Keharmonisan Rumah Tangga: Makan Sepiring Berdua

Kemesraan itu akan tercipta jika rasa ingin memiliki ada pada diri pasutri. Rasa ingin memiliki ini akan memunculkan rasa saling memahami dan saling menghargai.

Mari kita lihat bagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menciptakan rasa harmonis dalam rumah tangga. ‘Aisyah radhiallahu ‘anha pernah menuturkan :

“Suatu ketika aku pernah minum dan saat itu kondisiku sedang haidh, lantas aku memberikan gelasku kepada Nabi dan beliau meminum ditempat aku minum.

Begitu juga dengan kesempatan lain, saat aku memakan sepotong dading, lantas beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil potongan daging itu dan memakannya di tempat yang aku makan. (HR. Muslim)

Mari kita renungkan, sungguh mulia akhlak Rasul sampai-sampai dalam makanpun sangat menjaga keharmonisan rumah tangga. Sangat jarang kita melihat suasana ini tercipta.

Banyak juga diantara pasutri makan sendiri-sendiri. Bagaimana hubungan rasa itu bisa tumbuh? Bisa jadi bukan makin tumbuh kemesraan tapi kecurigaan yang tumbuh sedikit demi sedikit. Yuk, kita ubah pola hidup pasangan kita?

Keharmonisan Rumah Tangga: Kecupan Mesra

Mungkin subtema ini terdengar tabu bagi sebagian pasangan. Tapi sadarkah, dia adalah pasangan kita. Artinya adalah dia sudah halal bagi kita. Karena sudah terikat dengan perkawaninan yang sah.

Lantas mengapa itu terdengar asing di telinga kita? Seringkali kita melihat pasangan suami istri saling cuek. Sewaktu sumainya pergi bekerja, ucapan salampun tak terdengar bahkan tanpa pamit dan salam?

Bukankah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyempatkan mencium istri beliau sebelum berangkat ke masjid? Suri tauladan siapa lagi yang terbaik selain Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam?

Keharmonisan Rumah Tangga: Mandi Bersama

Banyak cara mengungkapkan rasa cinta kepada pasangan salah satu diantaranya adalah mandi bersama. Ini bukanlah hal yang aneh saudaraku.

Tapi ini adalah sunnah yang pernah dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagiamana dalam hadist shahih riwayat Bukhari, dari jalur ‘Aisyah radhiallahu ‘anha berkata:

“Aku biasanya mandi berdua bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam satu bejana. (HR. Bukhari).

Ini adalah salah satu bentuk keharmonisan dalam rumah tangga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan secara gamblang bahwasanya kedudukan seorang wanita sangat tinggi.

Dengan mencintai istri adalah suatu yang mulia bagi seorang lelaki normal. Lantas siapa lagi yang kita cintai dalam rumah tangga selain istri dan anak-anak.?

Keharmonisan Rumah Tangga: Mengajak Pasangan Untuk Beribadah

Allah subhanahu wa’atala berfirman:

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.(QS. Thaha [20]:132)

Begitu juga dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang berbunyi:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mengerjakan shalat malam sementara aku tidur (“Aisyah) di hadapan beliau. Maka beliau akan membangunkanku jika hendak mengerjakan shalat malam. (Muttafaqun ‘alaih)

Rumah tangga yang dibangun atas ketakwaan tentu akan mendapatkan keberkahan dari Allah subhanahu wa’atala. Karena dengan melakukan ini merupakan pilar utama dalam rumah tangga.

Maka dari itu suami maupun istri tiada hentinya mengajak untuk selalu taat kepada agama Allah, mengerjakan shalat malam, puasa sunnah dan beberapa ibadah lainnya.

Tentu kemesraan ini akan semakin awet sebab kemesraan ini muncul karena ketakwaan kepada Allah subhanahu wa’atala.

Keharmonisan Rumah Tangga: Saling Memahami

Ketidaksamaan baik dari segi lingkungan maupun jenis selera, tingkah laku dan sikap mempunyai pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan suami istri.

Sudah keharusan bagi pasutri untuk memahami dan mengetahui jenis perbedaan ini agar tidak tidak terjadi keretakan dalam kehidupan berumah tangga.

Bagi pasutri sudah semestinya memahami keinginan dan sikap pasangan agar bisa mewujudkan visi maupun misi dalam berumah tangga agar rumah tangganya semakin berwarna dan selaras.

Keharmonisan Rumah Tangga: Merasa Cukup (Qana’ah)

Salah satu sinyal keselarasan adalah dengan memiliki sikap merasa senang dan nyaman dengan yang sudah ada. Artinya merasa cukup apa-apa yang telah diberikan Sang Maha Kuasa di dalam kehidupan rumah tangganya.

Karena kebahagian sejati di dalam hubungan pasutri adalah merasa nyaman dan bahagia yang terpancar di dalam hati dan jiwa.

Dari tujuh tips diatas, perlunya sang suami begitu juga sang istri untuk memiliki frekuensi yang sama agar tercipta hubungan rumah tangga yang indah dan romantis.

Semoga bermanfaat.

Leave a Comment