Rumah Adat Sumatera Utara dan Nilai Filosofinya

Provinsi Sumatera Utara memang salah satu wilayah yang kaya dengan budaya. Kekayaan budaya yang dimiliki provinsi ini antara lain tarian tradisional, senjata, lagu daerah, senjata, bahasa daerah hingga rumah adat.

Rumah adat Sumatera Utara hingga saat ini masih mudah ditemukan di provinsi tersebut.

Pasalnya rumah adat tersebut masih sangat dijaga dan dilestarikan. Mayoritas penduduk yang tinggal di Sumatera Utara yaitu Suku Batak dan merupakan suku asli disana.

Suku Batak dikelompokkan menjadi beberapa sub suku dan masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda.

Nilai Filosofi dari Rumah Adat Sumatera Utara

Rumah Bolon merupakan salah satu rumah adat di Sumatera Utara. Rumah adat ini memiliki keunikan yang menjadikan daya tarik tersendiri.

Keunikannya dapat dilihat dari segi desain arsitekturnya yang cukup menarik. Hal itu yang membedakan dengan rumah adat di provinsi lainnya.

Atap rumah dibuat seperti pelana kuda dengan sudut yang sempit sehingga jika dilihat tampak tinggi. Untuk memperindah tampilan pada bagian atas maka dihiasi dengan anyaman.

Biasanya di atas pintu rumah dilengkapi dengan lukisan groga atau binatang. Lukisan yang sering digunakan seperti lukisan cicak atau kerbau dengan warna hitam, putih dan merah.

Rumah Adat Sumatera Utara Memiliki Keunikan yang Berbeda

Suku Batak tidak hanya memiliki satu rumah data saja, namun ada beberapa yang masing-masing memiliki ciri khas dan keunikan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini daftar rumah adat di Sumatera Utara.

1. Rumah Adat Nias

Rumah adat Nias sering disebut juga dengan omo hada. Rumah adat ini merupakan rumah tradisional bagi penduduk nias yang dibangun berbentuk panggung.

Namun di daerah ini juga terdapat rumah yang dibangun dengan desain berbeda, seperti rumah kepala negeri, kaum bangsawan dan kepala desa, biasanya disebut dengan omo sebua.

Rumah adat nias dibangun dengan tiang tinggi dan menggunakan kayu nibung serta alas rumbia.

Untuk denahnya di daerah nias selatan dan tengah menggunakan persegi panjang. Sedangkan untuk daerah nias barat, timur dan utara menggunakan denah bulet telu.

2. Rumah Adat Karo

Rumah adat ini biasanya disebut juga dengan siwaluh jabu berarti rumah yang dihuni untuk delapan anggota orang dan setiap anggota memiliki peran masing-masing.

Sedangkan untuk penempatan keluarga di dalam rumah sangat ditentukan oleh kepala adat.

3. Rumah Adat Mandailing

Karena berbatasan langsung dengan Provinsi Riau, maka Suku Mandailng merupakan mayoritas penduduk di sana.

Selain itu, budaya kearifan penduduk di daerah ini masih dipegang erat bagi warga setempat.

Rumah adat mandailing bisa anda temukan di daerah Mandailing Natal, di sana masih banyak bangunan rumah adat ini.

4. Rumah Adat Bolon

Rumah adat di Sumut yang terakhir yaitu rumah adat Bolon atau sering disebut juga dengan balai batak toba.

Rumah Bolon ini sudah diakui nasional sebagai perwakilan dari rumah adat yang ada di Sumatera Utara.

Rumah adat ini dibangun dengan bentuk panggung persegi panjang dan secara keseluruhan menggunakan bahan dari alam.

Rumah adat ini dihuni 4 hingga 6 anggota keluarga yang hidup secara bersama-sama. Biasanya kolong rumah adat ini sengaja digunakan sebagai kandang hewan peliharaan yang mereka miliki seperti ayam, kambing atau pun babi.

Dari penjelasan di atas, tentu anda sudah paham mengenai filosofi dan beberapa rumah adat Sumatera Utara yang masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda.

Dengan mengetahui kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia, maka sudah sewajarnya kita harus menjaganya dengan baik.

Baca juga: Rumah adat di Sumatera Selatan 

Tinggalkan komentar