Filosofi Rumah Adat Sumatera Barat Cukup Unik dan Menarik

Rumah Adat Sumatera Barat – Ibukota Sumatera Barat yaitu Kota Padang. Selain Pulau Sumatera juga masih banyak pulau-pulau kecil lainnya yang berada di bagian barat pulau ini.

Provinsi ini memiliki banyak sekali keunikan yang menjadi ciri khas, salah satunya yaitu rumah adat Sumatera Barat.

Tidak hanya rumah adat, namun juga ada tarian daerah, makanan khas hingga alat musik tradisional. Kebanyakan penduduk yang tinggal di Sumatera Barat yaitu masyarakat dari Suku Minangkabau.

Suku ini merupakan suku asli dan merupakan penduduk mayoritas di provinsi tersebut.  Suku Minangkabau memang terkenal dengan orang minang yang sangat dekat dengan Suku Melayu.

Filosofi Rumah Gadang yang ada di Sumatera Barat

Suku Minang memang cukup terkenal dengan filsafah alamnya. Sehingga dibangun rumah adat yang berbentuk tinggi dan melengkung pada bagian puncaknya.

Kemudian pada bagian tengah terdapat garis lereng melengkung dan mengembang ke bagian bawah.

Garis-garis yang berada pada bagian atap memiliki arti yang sesuai dengan alam tropis di daerahnya.

Sehingga dibangun rumah adat yang memiliki bentuk lancip pada bagian atap, fungsinya yaitu untuk memudahkan air mengalir ke bawah ketika hujan.

Rumah gadang ini juga di bangun sesuai dengan arah mata angin yaitu dari arah utara ke selatan. Hal itu berfungsi agar rumah tersebut terhindar dari panas matahari dan juga terpaan angin kencang.

Keunikan dari Rumah Gadang di Sumatera Barat

Rumah adat di Indonesia masing-masing memiliki ciri khas dan keunikan yang berbeda. Sama halnya dengan rumah adat Sumatera Barat ini memiliki beberapa keunikan yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas.

1. Bentuk Ruangan Rumah Gadang

Bentuk ruangan di Rumah Gadang yaitu empat persegi panjang. Keseluruhannya dibagi berdasarkan ruang lepas dan atas lanjar sesuai dengan batas tiang.

Tiang tersebut dibuat dari arah depan menuju ke belakang dan dari sebelah keri menuju ke kanan.

Sedangkan jumlah lajarnya menyesuaikan dengan luas rumah dan harus berjumlah ganjil mulai dari 3 hingga 11.

Terdapat bangunan kecil di depan rumah yang digunakan sebagai lumbung padi dan anjung di bagian samping rumah untuk upacara keagamaan atau pernikahan.

2. Bentuk Ukiran

Tembok Rumah Gadang bagian depan di buat dari bahan papan yang berbentuk vertikal dan dihiasi dengan ukiran unik.

Sedangkan bagian belakang rumah menggunakan bambu. Motif ukiran yang sering di aplikasikan yaitu ukiran bunga, daun, buah atau sejenis tumbuhan lainnya.

3. Tahan Gempa

Rumah adat di Sumatera Barat merupakan bangunan anti gempa. Karena dalam pembangunannya disesuaikan dengan kondisi alam yang memang di daerah tersebut rawan gempa.

4. Menyerupai Rumah Panggung

Desain dari Rumah Gadang hampir sama dengan rumah panggung. Ketinggian rumah kurang lebih 2 meter dari permukaan tanah.

Untuk menghubungkan dari dasar rumah maka digunakan tangga. Hal itu juga berguna untuk menghindari binatang buas masuk ke dalam rumah penduduk.

5. Dibangun dengan Empat Tiang Utama

Rumah gadang dibangun dengan empat tiang utama dan terbuat dari pohon Juha. Tiang rumah tersebut berdiameter kurang lebih 40 cm sampai 60 cm.

Agar pohon juha yang sudah ditebang lebih kuat ketika digunakan sebagai tiang rumah, maka harus direndam dalam air hingga bertahun-tahun.

Dengan mengetahui beberapa penjelasan mengenai filosofi Rumah Gadang beserta kondisi ruangannya.

Diharapkan anda menjadi bertambah pengetahuannya tentang budaya di Indonesia, terutama rumah adat Sumatera Barat yang harus kita jaga dan dilestarikan.

Baca juga: Rumah Adat Sumatera Utara dan Nilai Filosofinya

Tinggalkan komentar