Sejarah Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Tongkonan orang Toraja adalah rumah adat Sulawesi Tenggara yang cukup terkenal. Tongkonan terbuat dari kayu yang dinaikkan pada tumpukan dengan atap naik di setiap ujungnya, seperti haluan dan buritan kapal.

Dinding-dindingnya terdiri dari panel-panel, didekorasi dengan ukiran yang dicat dari desain geometris.

Hal yang paling menonjol dari Tingkonan sendiri adalah adanya kepala kerbau dan kepala burung. Baris, dari tanduk kerbau melekat pada tiang depan.

Adapun setiap rumah memiliki lumbung padi menghadap ke sana. Seperti apakah sejarah dari hadirnya rumah Tongkonan ini?

Sejarah dan Asal Usul Rumah Adat Sulawesi Tenggara

Ada beberapa versi tentang asal-usul rumah Tongkonan dan bentuknya. Nah, ada beberapa versi sejarah nih mengenai asal usul hadirnya Tongkonan.Penasaran?

1. Tongkonan sengaja dibuat untuk berlayar menuju sungai

Menurut beberapa orang rumah Tongkonan memang sengaja dibuat menyerupai perahu-perahu tempat leluhur orang Toraja berlayar menuju sungai Sa’dan.

Dikarenakan suku Toraja saat itu tidak memiliki rumah, maka mereka mengubah perahu yang digunakan untuk berlayar menjadi sebuah tempat tinggal, sehingga tidak heran jika rumah-rumah orang Toraja memiliki bentuk seperti perahu.

2. Sengaja dibangun sebagai rumah warisan

Namun adapula sejarah versi lain yang menyatakan bahwa rumah Tongkonan mewakili kosmos dan atapnya melambangkan langit.

Sesuai dengan tradisi kuno, bagian depan berada di sisi utara, karena timur laut adalah bidang kehidupan.

Utara dan timur adalah ranah para dewa, dan pintu depan menghadap ke arah ini sehingga para dewa dapat masuk melalui pintu depan.

Menurut kosmologi Toraja, bumi memiliki kepala yang berada di utara dan ekornya berlawanan arah. Oleh sebab itu adalah hal tabu untuk membangun rumah ke arah lain.

Tongkonan yang didirikan oleh leluhur adalah tempat keturunan orang Toraja dan membentuk kelompok kerabat atau warisan.

Nah, dikarenakan sistem warisan inilah, maka rumah Tongkonan selalu dipesan secara hierarkis atau turun temurun dan status seseorang ditentukan oleh Tongkonan yang menjadi miliknya.

3. Dibangun di surga pertama kali

Tongkonan adalah pusat ritual dan pusat sosial. Nama itu sendiri berasal dari ‘Tongkon’ yang berarti duduk atau berpartisipasi dalam upacara pemakaman.

Tongkonan sendiri adalah rumah yang sangat penting dalam kehidupan spiritual suku Toraja. Di rumah Tongkong ini semua anggota keluarga akan diikat.

Menurut cerita suku Toraja, Tongkonan pertama kali dibangun di surga dan ketika leluhur turun ke bumi, leluhur Toraja mulai membuat Tongkonan di dunia.

Jenis-jenis Rumah Tongkonan

Selain sebagai rumah tradisional, suku Toraja mengenal tiga jenis Tongkonan sesuai dengan peran adat masing-masing.

Meski bentuk bangunan rumahnya sama persis, tetapi secara fungsional, setiap jenis rumahnya memiliki perbedaan. Ada beberapa jenis rumah tongkonan di Sulawesi Tenggara di antaranya adalah :

1. Tongkonan Layuk

Untuk rumah Tongkonan jenis Layuk, maka rumah tradisional jenis ini menjadi pusat kekuatan adat dan tempat untuk membuat berbagai aturan.

Kemudian jenis selanjutnya ada Tongkonan ketik Pekaindoran atau bisa juga disebut Pekanberan.

2. Tongkonan Pekanberan

Untuk Tongkonan Pekanberan, maka jenis rumah ini menjadi tempat untuk menerapkan segala jenis aturan yang diberlakukan.

Rumah Tongkonan Pekanberan juga bisa digunakan untuk pesanan khusus. Tongkonan tipe Pekamberan adalah rumah yang sengaja dipesan anggota yang memiliki wewenang tertentu dan rumah Tongkonan bisa digunakan hanya untuk orang-orang pilihan saja.

3. Tongkonan Batu Ariri

Kemudian untuk rumah Tongkonan yang terakhir dusebut dengan Tongkonan Batu Ariri. Untuk Tongkonan jenis satu ini memiliki fungsi sebagai rumah bimbingan keluarga.

Jika anda berada di Sulawesi Tenggara, rasanya sayang jika anda melewatkan untuk melihat bangunan rumah adat Sulawesi Tenggara yang unik ini.

Jadi sempatkan waktu untuk berkunjung ke kabupaten Tana Toraja karena di sana masih banyak sekali terdapat rumah-rumah Tongkonan.

Tinggalkan komentar