Rumah Adat Kalimantan Barat Memiliki Nilai Kearifan yang Tinggi

Rumah Adat Kalimantan Barat – Kehidupan dari suku Dayak asli tidak bisa ditemukan di daerah manapun di dunia. Suku ini memiliki ciri-ciri khas yaitu menggunakan kalung dengan sebuah liontin yang terbuat dari bahan taring babi.

Sebagai simbol strata sosial untuk masyarakat dayak, mereka menggunakan tato obor dan perhiasan-perhiasan yang terbuat dari batu. Selain itu, rumah adat Kalimantan Barat juga menjadi simbol dari nilai sosial.

Rumah adat di Kalimantan terkenal dengan namanya yaitu Rumah Panjang. Rumah adat ini memiliki ciri khas, hal itu terlihat dari komponen-komponennya dan mengandung nilai moral yang tinggi dari Suku Dayak.

Nilai Moral yang Terkandung dalam Rumah Adat di Kalimantan Barat

Rumah adat di Kalimantan Barat tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal. Namun mengajarkan nilai-nilai luhur yang sepatutnya untuk diteladani bagi masyarakat modern dalam bersikap di kehidupan bermasyarakat.

Bangunan luas ini bisa dihuni oleh beberapa kepala keluarga dari latar belakang berbeda dan penghasilan yang berbeda pula.

Hal itu merupakan suatu simbol bahwa masyarakat Suku Dayak memiliki kehidupan yang harmonis dan sangat menjunjung nilai persatuan.

Tidak ada yang namanya perbedaan keturunan, usia, jumlah kekayaan, rupa hingga tingkat jabatan yang didapatkan.

Bentuk Fisik dari Rumah Panjang Kalimantan Barat

Rumah panjang ini memiliki ukuran yang cukup panjang, bahkan ukurannya hingga mencapai 180 meter dan lebarnya 6-30 meter.

Sedangkan tinggi bangunannya mencapai 5-8 meter dan dibangun menyerupai panggung. Untuk bisa masuk ke dalam rumah adat ini, maka harus menaiki tangga yang biasa disebut hejot.

Tangga-tangga untuk rumah panggung harus dibuat dengan jumlah ganjil sesuai dengan luas rumah.

Semakin luas maka tangga yang dibuat juga semakin banyak. Rumah adat tersebut dibangun dengan menggunakan kayu ulin, yang dipercaya sangat kuat dan bisa bertahan hingga ratusan tahun.

1. Interior bangunan

Dalam pembagian rumah panjang terdiri dari beberapa bagian dan fungsinya untuk melakukan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.

2. Ruang tamu

Ruangan ini bagi masyarakat Suku Dayak digunakan untuk menerima tamu. Biasanya terdiri dari meja berbentuk bulat yang fungsinya untuk menjamu tamu.

3. Teras atau Pente

Seperti halnya rumah modern, karena rumah adat ini memiliki halaman dan teras di bagian depan rumah.

Teras ini biasanya digunakan sebagai tempat mengadakan upacara adat atau ritual-ritual keagamaan bagi anggota keluarga dari Suku Dayak.

4. Kamar tidur

Kamar tidur pada rumah adat ini dibuat menyesuaikan dengan jumlah anggota keluarga di rumah tersebut.

Kamar tidur dalam rumah adat ini cukup banyak dan tergantung dari jumlah penghuni rumah.

Namun dalam rumah adat ini memiliki aturan baku, bahwa kamar orang tua harus berada pada pangkal aliran sungai, kemudian di tata secara berjajar hingga pada bagian ujung ditempati oleh anak paling bungsu.

5. Ruang keluarga

Karena terdiri dari beberapa kepala keluarga yang berada didalamnya, maka tidak heran jika ruang keluarga dibuat cukup luas.

Untuk ukuran ruang keluarga bisa mencapai 180 hingga 30 meter dari rumah utama. Ruangan ini berbentuk persegi panjang dan berada pada bagian tengah rumah panjang.

6. Rumah bagian belakang

Pada rumah modern, maka penataan ruangannya bebas dan sesuai dengan keinginan dari tuan rumah.

Hal ini tidak berlaku untuk masyarakat yang menghuni rumah adat di Kalimantan Barat.  Dibagian belakang rumah dibangun rumah kecil sebagai tempat untuk memasak dan lumbung padi.

Sekilas penjelasan mengenai rumah adat Kalimantan Barat yang memiliki nilai kearifan tinggi dan juga ciri khas dari segi bangunannya. Maka sudah sepantasnya jika kita harus menjaga budaya tersebut.

Baca juga: Karakteristik Rumah Adat Kalimantan Timur 

Tinggalkan komentar