Permainan Tradisional Sunda Jawa Barat

Sunda adalah salah satu kelompok etnis yang sebagian berdiam besar di Jawa Barat. Ada banyak sekali permainan tradisional Sunda yang banyak dilakukan oleh anak-anak.

Meskipun saat ini banyak sekali permainan canggih di smartphone, namun 3 permainan Sunda ini tidak kalah asyiknya kok dengan game-game di smartphone. Kira-kira ada permainan apa saja?

3 Macam Permainan Tradisional Sunda yang Asyik

1. Sunda Manda / Engklek

Sunda Manda atau bisa juga disebut engklek adalah permainan yang dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan salah satunya di Jawa Barat.

Di setiap wilayah permainan engklek dikenal dengan nama berbeda. Ada dugaan bahwa nama permainan tersebut berasal dari “zondag-maandag” yang berasal dari Belanda dan menyebar ke nusantara pada masa kolonial, meskipun dugaan ini adalah pendapat sementara.

Nah, permainan  anak-anak sunda ini bisa dimainkan oleh 2-5 pemain. Pemain harus melompat dari satu kotak ke kotak lain, tanpa menginjak kerikil yang ditempatkan pada kotak tertentu, sehingga para pemain harus melewati setiap kotak tempat kerikil itu duduk.

Untuk bermain, setiap anak harus dipersenjatai dengan “gacuk” yang biasanya merupakan bentuk ubin yang rusak, yang dalam permainan, “gacuk” ditempatkan dalam satu plot yang digambarkan di tanah dengan dilemparkan, plot tidak boleh diinjak-injak / ditempati oleh masing-masing pemain, sehingga para pemain harus melompat ke papan dengan satu petak kaki di sekitar plot yang ada.

2. Perepet jengkol

Perepet jengkol adalah salah satu permainan tradisional masyarakat Sunda yang terkenal dan memiliki lagu khusus yang dinyanyikan oleh pria atau tiga wanita, masing-masing memegang tangan, mengangkat kaki kanan mereka hingga ke betis dengan kuat.

Setiap tangan dilepaskan kemudian, melompat-lompat ke kiri dan harus melakukan tepuk tangan mengikuti irama lagu jengkol perepet.

Permainan Sunda ini jarang dimainkan saat ini, tetapi anda masih dapat menemukannya dengan mudah ketika ada pameran budaya di Bandung.

Anda juga dapat melihat permainan Perepet Jengkol di daerah pedesaan. Nah, lagu yang dinyanyikan saat sedang melakukan permainan ini adalah :

Perepet jengkol, Jajahean

Kadempet kohkol, Jejeretan

Eh jaja eh jaja eh jaja eh jaja

Diyakini bahwa dahulu kala, permainan ini akan dimainkan pada malam hari di bawah sinar rembulan.

Jadi, anak-anak akan bermain di temaramnya sinar rembulan malam itu. Permainan perepet jengkol memberikan pelajaran untuk bisa bekerja sama dengan orang lain.

Saat bisa bekerja sama dan mendengarkan satu sama lain dengan mengikuti petunjuk maka tim yang bermain bisa menemukan keseimbangan. Namun, saat ini timlemah dan tidak bisa lagi bekerja sama, semuanya jatuh.

3. Maen Poces

Mungkin anda yang belum pernah mendengar permainan “Maen Poces” akan merasa asing dengan permainan satu ini, padahal sebenarnya permainan tersebut sangat amat terkenal dan sering dimainkan khususnya anak laki-laki.

Ya, maen poces adalah permainan kelereng atau gundu dalam istilah Jawanya. Tidak asing mendengar permainan kelereng bukan pastinya?

Nah, permainan kelereng dalam bahasa Sundanya disebut maen poces dan permainan ini membutuhkan 3-5 orang pemain.

Cara maen poces juga terbilang sangat mudah seperti permainan kelereng pada umumnya. Siapa yang paling banyak menang maka ia yang akan mendapatkan banyak kelereng dari teman-temannya. Wah, seru sekali ya sepertinya?

Permainan tradisional Sunda di atas memang sudah tidak banyak dilakukan oleh anak-anak masa kini.

Meski demikian tidak ada salahnya jika mencoba kembali melestarikan permainan-permainan di atas.

Baca juga: Permainan Tradisional Nusantara

Loading...

Tinggalkan komentar