4 Permainan Tradisional Jawa Tengah yang Legendaris

Anak Jawa Tengah pasti tidak asing dengan permainan gobak sodor atau cublak-cublak suweng bukan?

Ya, kedua permainan tersebut adalah contoh permainan tradisional Jawa Tengah yang legendaris dan dahulunya sering sekali dimainkan.

Wah, jadi penasaran seperti apa permainan-permainan tradisional masyarakat Jawa Tengah nih, yuk cari tahu informasinya di bawah ini.

Jenis Permainan Tradisional Jawa Tengah yang Sangat Legendaris

1. Cublak-cublak Suweng

Cublak-cublak suweng adalah permainan anak-anak Jawa Tengah yang sangat asyik. untuk memainkan permainan ini harus menggunakan semacam suweng atau anting-anting.

Nah, suweng inilah yang digunakan untuk permainan dan digenggam oleh anak-anak yang bermain cublak-cublak suweng.

Jika tidak ada benda serupa, makabisa diganti dengan kerikil atau benda lainnya yang dianggap sebagai suweng.

Cublak-cublak suweng adalah permainan yang mengharuskan salah satu pemain menemukan temannya yang mengenggam suweng saat pemain harus melakukan tengkurap dan memejamkan matanya.

2. Egrang

Egrang adalah alat permainan tradisional yang sudah tidak asing lagi bagi anak-anak Jawa Tengah, karena hampir pasti Egrang dapat ditemukan dengan mudah di pelosok pedesaan dan perkotaan.

Kata-kata egrangan diartikan sebagai permainan yang menggunakan alat yang disebut egrang. Sedangkan egrang sendiri adalah bambu atau pijakan kayu untuk bergerak

Bambu tumbuh di pekarangan rumah atau di tepi sungai. Apalagi bambu juga merupakan bahan yang cukup kuat untuk permainan ini.

Permainan egrang umumnya digunakan untuk bermain santai dan sangat jarang digunakan untuk game balapan.

Anak-anak yang bermain egrang, harus menjejakkan kaki di tanah dengan egrang sekitar 50 cm dari tanah.

Kedua kaki harus berada dipijakkan dan anak-anak harus mencoba berjalan di atas tanah/ Dalam permainan ini, anak harus bisa menjaga keseimbangan tubuh, karena itulah yang paling penting.

Tanpa menjaga keseimbangan, anak akan sering jatuh. Tetapi jika anak itu dilatih, maka ia akan terampil menggunakan permainan egrang.

3. Dhakon

Untuk orang Jawa, khususnya anak 90-an pasti tidak asing dengan permainan dhakon. Permainan tradisional ini menggunakan sarana papan yang disebut dhakon.

Oh iya…dahulunya permainan dhakon ini sering dimainkan oleh anak-anak keratin. Memang, mainan dhakon ini menjadi salah satu mainan favorit putri dari kalangan bangsawan maupun istana kerajaan.

Secara umum, dhakon terbuat dari batang dengan panjang sekitar 50 cm, lebar 15-20 cm, dan tebal sekitar 4-5 cm.

Jenis kayu yang digunakan bebas, namun yang penting mudah dilubangi sekitar 2 cm dan bentuknya cekung dengan total lubang  dalam dhakon antara 8-16 buah.

Permainan ini mengharuskan dua pemain untuk mengisi lubang-lubang yang kosong sama rata dan juga mengisi lubang utama yang dimiliki. Pemain yang banyak mengisi lubang utama, dialah pemenangnya.

4. Gobag Sodor

Permainan tradisional gobag sodor ini tentu tidak asing lagi bagi anak-anak masyarakat Jawa yang kini berusia 30 tahun ke atas.

Salah satu kegiatan mengisi bulan purnama biasanya digunakan untuk bermain gobag sodor pada zaman dahulu.

Permainan gobag sodor berlangsung agak luas, setidaknya untuk bermain gobag Sodor membutuhkan lapangan yang luas sekitar 6 meter x 15 meter.

Selain itu, permainan ini membutuhkan banyak anak untuk bermain, setidaknya 80-10 anak.

Anak-anak harus bekerja sama dengan teman-teman satu timnya untuk melakukan permainan.

Selain itu, permainan juga mengharuskan pemain untuk bermain sportif, tidak boleh menipu atau egois. Anak-anak juga diharuskan memainkan sifat permainan yang energik dan cepat.

Bagaimana? Kelihatannya seru sekali bukan beberapa permainan tradisional Jawa Tengah di atas? Tertarik untuk mencobanya bersama teman-teman?

Baca juga: Permainan Tradisional Sunda Jawa Barat

Tinggalkan komentar