Pengertian Pseudocode

Bahasa pemrograman pada sistem teknologi informasi dan komunikasi terbaru memiliki banyak cabang bahasa, serta memiliki sebuah tiruan. Bahasa yang mengimitasi dari kode pemrograman, tersebut salah satunya yakni pseudocode.

Lebih mudah jika dibandingkan dengan memahami algoritma, Ketahui pengertian pseudocode untuk mempelajari dan memanfaatkan fungsinya.

Pengertian Pseudocode

Sesuai dengan namanya, pseudocode merupakan sebuah bahasa tiruan dalam bahasa pemrograman yang berbentuk kode, berasal dari pseudo yang berarti tiruan dan code adalah kode.

Penulisan kode tersebut lebij bersifat ringkas dan umum dibandingkan algoritma, dan biasanya sangat berhubungan dengan beberapa instruksi yang dimasukkan pada komputer.

Fungsi Penting Pseudocode

Meskipun hanya tergolong sebagai bahasa tiruan, tetapi pseudocode memiliki fungsi yang cukup penting.

Fungsi tersebut tidak keluar dari kegunaannya di dalam bahasa pemrograman itu sendiri, khususnya yang berkaitan dengan algoritma. Berikut 2 fungsi umum pseudocode yang seringkali dimanfaatkaan pada pemrograman komputer.

1. Memudahkan Pemetaan dan Penulisan Algoritma

Saat hendak membuat atau menentukan sebuah program, penggunaan algoritma sangatlah penting namun dianggap sedikit rumit.

Pseudocode harir untuk menyederhanakannya dan mempermuda pemetaan penyusunan program yang berjalan.

2. Mengetahui Tingkat Kerumitan Program

Dari metode pseudocode programmer juga mudah dalam memahami tingkat kerumitan pada program yang hendak disusun dan dibuat. Serta dapat dijadikan sebagai sebuat alat pendokumentasian data.

Beragam Contoh Pseudocode

Setelah anda mengetahui pengertian pseudocode secara jelas sekaligus fungsinya, maka anda dapat membaca detil contohnya untuk dipraktekkan.

Berikut beberapa contoh mempraktikkan pseudocode untuk menyelesaikan perhitungan matematika sederhana

1. Pseudocode Untuk Penentuan Bilangan Prima

Selain menghitung luas maupun keliling bangun datar, pseudocode juga bisa digunakan untuk menentukan beberapa baris bilangan prima.

Penulisan algoritma pada pseudocode tersebut terlebih dahulu menggunakan penentuan kategori bukan bilangan prima dan bilangan prima.

Perlu anda ingat dan ketahui kembali bahwa bilangan prima adalah bilangan yang dapat habisa karena telah dibagi 1.

Jika bilangan tersebut lebih besar dari angka 2 maka tidak boleh memiliki kelipatan. Berikut contoh penulisan pseudocode untuk bilangan prima.

  • program_menentukan_menentukan_prima, kemudian tekan enter dan tulis,
  • Deklarasi (kamus) tekan enter dan tulis,
  • Ulang, Jumb, Sisa, Bilangan : Interger, enter kembali dan tulis,
  • Hasil : String, tekan dua kali enter.
  • Deskripsi, enter
  • Read (bilangan), enter,
  • For (ulang =1 to ulang < =bil.step1), enter,
  • sisa if (sisa=) THEN, enter,
  • jUmB < – jumB+1, enter,
  • Else, enter,
  • jumb2) THEN, enter,
  • Else, enter,
  • Hasil < – (‘’Bukan bil prima’’), enter,
  • Else, enter,
  • Hasil < – (‘’ Bilangan Prima’’), enter,
  • Write (Hasil)

2. Pseudocode Untuk Menghitung Luas Perjegi Panjang

Kode ini juga dapat digunakan untuk mencari perhitungan keliling maupun luas bangun datar seperti persegi panjang.

Meskipun dapat dilakukan melalui pengkodingan, tetapi anda tetap harus mengetahui rumus luas atau keliling persegi panjang terlebih dahulu.

Misalnya rumus luas persegi panjang adalah panjang dikali lebar, maka penyelesaiannya dapat dihitung melalui penginputan pseudocode sebagai berikut.

  • Program hitung diisi, hitung_luas_segi_panjang.
  • Isi variasi deklarasi sebagai, var panjang, lebar, luas : integer ;
  • Kemudian pada kode selanjutnya yakni, algoritma : read (panjang) ; read (lebar) ; beri enter dan tulis kembali, luas < – panjang * lebar ; tekan enter dan kembali tulis, write (luas) ;

Setelah anda membaca penjelasan di atas secara keseluruhan tentu tidak lagi berpikir bahwa pseudocode adalah cara yang sangat sulit. Sesuai fungsinya, pseudocode justru lebih mudah dan lebih sederhana daripada algoritma.

Baca juga: Pengertian Flowchart

Loading...

Tinggalkan komentar