Susunan Acara Maulid Nabi Muhammad SAW

Contoh Susunan Acara Maulid, – Di Indonesia, peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah.

Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab artinya hari lahir. Perayaan Maulid Nabi sudah menjadi tradisi yang berkembang di masyarakat islam jauh.

Dibutuhkan juga susunan acara Maulid Nabi yang benar, agar semua bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Peringatan ini menjadi sebuah penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Dan inti dari acara Maulid Nabi adalah untuk memperkaya keimanan, meningkatkan ketaqwaan dan meyakinkan tentang keesaan Allah SWT.

Selain itu, juga berusaha menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan bagi kita semua. Alangkah baiknya jika acara Maulid Nabi di jadikan sebagai tradisi umat islam.

Susunan Acara Maulid Nabi Muhammad SAW

  1. Acara yang pertama adalah pembukaan.
  2. Acara yang kedua adalah pembacaan ayat suci Al-Qur’an.
  3. Acara yang ketiga adalah sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama adalah dari ketua panitia penyelenggara. Kemudian, yang kedua adalah dari pengurus masjid tempat diselenggarakannya acara, selanjutnya yang terakhir adalah dari kepala desa.
  4. Acara yang keempat adalah istirahat, tapi biasanya diselingi oleh penampilan-penampilan dari jami’ah atau tamu yang diundang untuk mengisi acara.
  5. Acara yang kelima adalah materi yang disampaikan oleh ustad.
  6. Acara ke enam, diisi dengan qasidah dan pujian-pujian kepada Nabi Muhammad SAW
  7. Acara yang terakhir adalah doa dan penutup.

Dalam mengikuti susunan acara Maulid Nabi, kita tidak sedang membikin sebuah upacara, namun sebuah perenungan dan pengisian batin.

Sehingga, tokoh sejarah tidak menjadi fiktif dalam diri kita, tapi betul-betul secara kongkrit tertanam di sanubari.

Selain itu juga dapat berfungsi untuk mengukuhkan komitmen dan loyalitas kita dalam bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa.

Hikmah Mengikuti Acara Maulid Nabi

1. Menjalankan Perintah Allah untuk Bersholawat

Peringatan Maulid nabi mendorong kita untuk membaca shalawat nabi. Seperti yang diperintahkan oleh Allah SWT : “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuknya dan ucapkanlah salam sejahtera kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 56).

2. Ungkapan Kegembiraan atas Kelahiran Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid Nabi adalah ungkapan kegmbiraan dan kesenangan dengan beliau. Bahkan orang kafir saja mendapatkan manfaat kegembiraan itu.

3. Meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasullullaah SAW.

Bagi seorang mukmin, kecintaan terhadap Rasullulah adalah sebuah keniscayaan yaitu sebagai konsekuensi dari keimanan.

Kecintaan kepada kekasih Allah ini sudah semestinya bagi kita umat yang begitu dicinta. Kita ajak keluarga, istri dan anak-anak juga untuk mengenal dan cinta kepada Nabi.

Cinta kepada baginda Nabi lebih dari diri sendiri, lebih dari cinta kepada istri dan anak-anak. Itulah kecintaan yang kita berikan untuk Nabi Muhammad SAW.

4. Meneladani perilaku dan perbuatan mulia Rasullulah SAW.

Kita harus meneladani Rasulullah SAW. dalam setiap gerak kehidupan kita. Kita tanamkan keteladanan rasul ini dalam keseharian kita, mulai dari hal terkecil sampai ke hal yang terbesar.

Baik dari kehidupan duniawi dan akhirat. Tanamkan juga keteladanan rasul ini kepada generasi-generasi kita, melalui cerita kisah-kisah rasul sebelum tidur misalnya.

5. Melestarikan ajaran dan misi Rasulullah SAW.

Banyak sekali kaum muslimin yang selalu melahirkan rasa cintanya kepada Nabi Muhammad SAW dengan cara memuji dan bershalawat.

Cinta sejati bukanlah hanya dengan sekedar merayakan hari kelahiran seseorang, namun cinta sejati dibuktikan dengan mentaati orang yang dicintai.

Baca juga: Contoh Susunan Acara Pengajian

Tinggalkan komentar